Apa yang Saya Butuhkan untuk Mulai Menggunakan Facebook Lagi ?

Facebook14
Saya ingat pertama kali saya login ke Facebook. Permainan estetika dan kolaboratif yang menyegarkan, pendekatan sederhana untuk bersosaialisasi secara online, membagi kasih sayang terhadap Orkut. Tapi itu delapan tahun lalu, sekarang semua telah runtuh. Saya ingat benar, sebulan lalu, saya secara permanen mengganti aplikasi ini di smartphone saya.

Banyak yang telah berubah, termasuk Facebook sendiri. Facebook awalnya sekedar media penghubung dengan teman kuliah berubah menjadi media kontroversi dengan jaringan orang dan bisnis yang padat. Facebook telah membuang etos inti yang mendorong saya berada didalamnya selama bertahun-tahun.

Meskipun saat ini Facebook adalah penghubung dengan lebih dari 1,7 Miliar pengguna. Namun, Jaringan sosial ini diganggu oleh banyak rintangan, dan saya telah menjauhkanya selama beberapa bulan terakhir. Jadi apa yang salah dengan Facebook? Setidaknya buat saya. Apa yang saya butuhkan untuk kembali menggunakan Facebook kembali?

Mengapa Saya Tidak Menggunakan Facebook Lagi ?

Facebook bukan lagi sebuah jejaring sosial yang saya butuhkan. Ketika saya login ke Facebook, tidak ada lagi hal yang ingin saya lihat, baca atau tonton. Kenapa ? Di Facebook ada begitu banyak spam membanjiri, secara agresif mempromosikan produk mereka. Sidebar sebelah kiri Facebook berisi pilihan yang sama sekali tidak berguna dan itu merupakan bagian yang disponsori, yang jelas-jelas tidak menarik minat saya sama sekali. Bagian obrolan juga tidak bergitu penting bagi saya, karena saya masih bisa berhubungan dengan teman saya melalui WhatsApp atau apalikasi lainnya.

Konten di Facebook tidak lagi terlihat alami apalagi jika dibandingkan dengan Twitter, Facebook sepertinya sudah membuang landasan utama yang membuatnya mencapai puncak. Facebook dibanjiri fitur yang sama sekali tidak pernah saya gunakan seperti cerita baru diterbitkan, berita palsu atau artikel selebriti, dan masih banyak lagi.

Saya tau saya terdengar seperti orang tua sekarang, tapi memang benar. Begitu juga dengan aplikasi seluler Facebook seperti Meseenger, memakan lebih banyak memori dan daya tahan baterai daripada seharusnya.

mesenger01

Facebook sepertinya memiliki masalah budaya. Tidak ada tujuan pasti yang dapat memikat saya untuk menggunakan Facebook kembali. Twitter dikenal sebagai aggregator berita. Instagram sebgai media kreatif untuk sharing media. Snapchat sebagai meja anak keren. Tapi apa itu Facebook ?

Hanya ada satu alasan kenapa seseorang masih menggunakan Facebook, yaitu karena mereka ingin mempromosikan bisnis mereka, atau karena mereka tidak tahu bagaimana menggunakan jejaring sosial lainnya.

Intinya menurut saya, saat ini ada dua hal penting yang perlu dipuaskan. Pertama, perlu disesuaikan dua kali lipat untuk memperbaiki pengalaman pribadi saya. Kedua, meminimalkan dampak algoritme sehingga tidak terasa seperti hubungan periklanan.

Jika kekurangan ini berhasil diatasi, mungkin saya akan mencoba menggunakan Facebook kembali, tapi jika tidak, saya juga tidak akan menggunakan facebook kembali. Terima Kasih.

 

1 thought on “Apa yang Saya Butuhkan untuk Mulai Menggunakan Facebook Lagi ?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *