6 Cara Memperbaiki Software HP yang Rusak secara Mandiri


Handphone kini telah menjadi perangkat yang sering digunakan oleh banyak orang. Gimana tidak? Handphone sekarang ini bisa mengakomodir pekerjaan manusia sehari-hari. Mulai dari berdagang, berbelanja, mengirim e-mail, sampai mengedit video. Oleh karena itu, operasional handphone selalu dibutuhkan setiap saat.

Tentu saja, kita tidak mau handphone kita mengalami kerusakan. Namun terkadang, bisa saja handphone kita mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut bisa berupa hang, hardbrick, bootloop, handphone terkunci, lupa password, pattern lock, restart sendiri, melambat, atau layarnya blank. Jika handphone Anda mengalami hal tersebut, besar kemungkinan masalahnya terdapat pada software yang terinstal pada HP tersebut.

Penyebab software HP bermasalah pun bisa diakibatkan oleh banyak hal, bisa karena HP Anda terinfeksi virus Android paling berbahaya, adanya bug pada software HP Anda, atau mungkin adanya kesalahan pengaturan yang berakibat gagalnya sistem untuk bekerja.

Dulu, jika HP mengalami kerusakan pada software, pengguna harus membawanya ke tukang servis atau service center untuk dilakukan flashing dengan box flasher. Tak jarang, pengguna harus menguras kocek cukup dalam jika ingin melakukan flashing sendiri karena harga box flasher yang cukup mahal. Namun, saat ini hampir semua HP bisa diflashing tanpa harus menggunakan box flasher.

Lalu, mengapa HP saat ini, khususnya yang terinstal OS Android, sudah bisa diflashing tanpa harus menggunakan box flashing? Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari OS Android terkait hal ini:

  • Adanya menu “Download”, menu ini berfungsi sebagai pemindah mode dari mode normal ke mode flashing. Dengan memindakan mode kerja HP ke mode download, komputer akan otomatis mendeteksi keberadaan HP untuk dilakukan flashing, walaupun HP tersebut mati total.
  • Ada Menu “Recovery”, menu ini memberikan akses kepada pengguna HP, khususnya Android, agar dapat melakukan factory reset. Factory reset adalah fitur untuk melakukan reset pengaturan software di HP secara total. Hal tersebut biasanya dapat menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh adanya bug pada software tersebut. Namun, jika menggunakan menu ini, pengguna harus bersiap untuk kehilangan semua data yang tersimpan di HP.
  • Dukungan “Firmware Download”. Dahulu, sangat jarang orang yang memiliki firmware HP. Namun saat ini, hal tersebut tidak berlaku, terutama pada HP yang terinstal Android. Alasan paling utamanya karena Android sendiri bersifat open source, sehingga orang lain dapat memodifikasi atau membuat firmware versi mereka sendiri dengan base kernelnya dari Android. Contoh modifikasi ini bisa terlihat dari banyaknya macam-macam user interface Android saat ini.
  • Rawan disusupi. Karena bersifat open source, maka bisa saja ada pihak tidak bertanggungjawab yang menggunakan celah “keterbukaan” OS Android untuk mengeruk uang dengan cara ilegal.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1495635998525-2’); });

Dari poin-poin di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk memperbaiki software HP yang rusak, Anda tak perlu membawanya ke tukang servis. Namun, jika kerusakannya benar-benar tidak bisa ditangani sendiri, Anda mau tak mau harus membawanya ke tukang servis HP atau service center dari HP Anda. Gimana sih cara memperbaiki software HP yang rusak? Berikut ini cara-caranya untuk Anda.

1. Soft reset

Cara ini biasa ditempuh jika HP Anda mengalami hang. Cara melakukan soft reset pada HP cukup mudah. Anda cukup menekan dan tahan tombol Power sampai HP Anda tidak berfungsi. Setelah itu nyalakan kembali HP Anda, dan HP Anda sudah kembali normal seperti biasanya. Agar nantinya HP Anda tidak kembali hang, sebaiknya Anda meng-uinnstall aplikasi penyebab HP hang pada HP Anda.

2. Uninstall Aplikasi

Semakin banyak aplikasi yang terinstal pada HP, maka akan semakin banyak juga perintah-perintah yang harus di kerjakan oleh prosesor dan RAM di dalam HP Anda. Ketika kedua komponen tersebut sudah overload dan tidak mampu menghandle semuanya, maka kinerja HP akan semakin lambat. Bahkan bisa berakibat nge-hang. Oleh karena itu, uninstall beberapa aplikasi yang tidak diperlukan di HP Anda.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1495635998525-1’); });

3. Unroot

Rooting adalah trik yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang paham akan handphone. Tujuannya yaitu untuk mengakses beberapa fitur yang tidak bisa digunakan oleh pengguna HP biasa serta agar software HP-nya bisa dimodifikasi. Sejatinya, produsen HP mengunci akses ke root, istilah yang sama dengan akses “administrator” pada OS Windows, dengan tujuan agar pengguna tidak mengatur hal-hal yang bisa menyebabkan perangkat Android mereka menjadi rusak karena adanya kesalahan pengaturan. Oleh karena itu, jika pengguna melakukan kesalahan ketika modifikasi software di HP-nya, maka softawre tersebut akan menjadi cacat. Cacat tersebut bisa menimbulkan beberapa masalah baru seperti hang, bootloop, hardbrick, atau malah bisa menyebabkan HP mati total. Oleh karena itu, lakukan unroot pada HP Anda.

4. Upgrade

Upgrade yang dimaksud di sini bisa berupa upgrade aplikasi yang terinstal di HP ataupun upgrade OS HP ke versi terbaru. Tak jarang, produsen HP dan pengembang aplikasi merilis update terbaru agar bug-bug yang timbul di OS atau aplikasi mereka bisa teratasi. Namun, kadang jika update yang tersedia tidak cocok dengan spesifikasi yang dimiliki oleh HP, update tersebut malah bisa menimbulkan masalah baru.

Untuk memastikan adanya software upgrade terbaru yang tersedia untuk HP Anda, maka lakukan pengecekan upgrade sistem dengan cara pilih Menu Utama > Setting atau Setelan > About Phone atau Tentang Telpon > Update / Pembaruan Sistem.

Jika ada update yang tersedia, pilih “Update”. Pastikan kuota data Anda cukup untuk mengupdate software HP Anda. Namun, jika update tidak tersedia, biasanya akan muncul tulisan “Your system currently up to date”, yang berarti HP Anda sekarang ini sudah menggunakan software terbaru.

Anda juga bisa melakukan upgrade manual pada software HP Anda. Cara ini hampir sama dengan flashing. Bedanya, Anda menggunakan firmware versi terbaru. Tentu saja, cara ini beresiko dan sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah paham.

5. Hard reset

Cara ini akan benar-benar mengembalikan kondisi HP Anda ke kondisi saat HP masih dalam kondisi baru. Sehingga kondisi software HP Anda akan kembali “segar” seperti ketika baru dibeli. Namun, resikonya setelah Anda melakukan cara ini, Anda akan kehilangan semua data Anda, termasuk aplikasi dan kontak yang pernah disimpan. Oleh karena itu, sebelum melakukan cara ini, backup data-data Anda terlebih dahulu. Jika Anda lupa, Anda tidak bisa melakukan cara mengembalikan data terhapus di Android setelah HP Anda di-hard reset.

Jika HP Anda masih bisa beroperasi walaupun terhambat, Anda bisa melakukannya melalui pengaturan di HP Anda. Pilih menu utama > Pengaturan > Backup dan Reset > Kembalikan setelan pabrik. Namun, jika HP Anda tidak dapat disentuh atau sedang dalam kondisi mati total, berikut ini cara hard resetnya:

  • Pastikan ponsel dalam keadaan mati
  • Tekan tombol Power dan Volume Bawah secara bersamaan hingga ponsel bergetar
  • Jika sudah muncul logo produsen HP, lepaskan tombol yang ditekan barusan
  • Selanjutnya, HP Anda akan memasuki “recovery mode”
  • Gunakan tombol volume bawah untuk memilih “Factory Data Reset”
  • Tekan tombol Power untuk konfirmasi.
  • Lalu, HP akan melakukan restart beberapa kali hingga pengaturan sistem HP kembali ke bawaan aslinya.

6. Flashing

cara memperbaiki software hp yang rusak satu ini merupakan cara pamungkas yang dapat Anda tempuh. Untuk memperbaiki kerusakan software pada HP, HP akan di-flash dengan mengisi ulang software atau OS yang cocok dengan HP Anda. Berikut ini langkah-langkahnya:

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1495635998525-3’); });

  • Kenali dahulu merk dan model HP Anda. Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Sebelum Anda melakukan flashing pada HP Anda sendiri, Anda harus tahu tentang spesifikasi HP Anda. Anda bisa mencari tahunya di situs yang khusus mengulas spesifikasi HP. Saat anda membuka situs tersebut, lihatlah pada bagian platform dan chipset yang digunakan HP Anda. Catat model chipset yang digunakan pada HP Anda. Cara ini juga berlaku jika Anda melakukan cara cek processor Android tanpa aplikasi.
  • Cari driver chipsetnya. Loh, driver untuk apa? karena driver inilah yang menjembatani antara komputer dan HP agar bisa dikenali. Anda bisa mencarinya di internet.
  • Gunakan SP Flash Tool. Setelah anda mendapatkan driver chipset dari HP Anda, instal driver tersebut di komputer Anda.  Oh iya, download juga SP Flash Tool, salah satu flashing tool yang biasa digunakan oleh orang yang suka “ngoprek”.
  • Cari stock ROM-nya. Apaan lagi tuh Stock ROM? ROM ini adalah inti dari software HP Anda. Istilah lainnya, inilah sistem operasi di HP Anda.
  • Langkah selanjutnya agak sulit, karena setelah Anda mendapatkan ROM HP Anda, Anda akan memulai langkah flashing. Pastikan Anda mengikuti semua petunjuk flashing yang diberikan oleh penyedia ROM tersebut.

Sekian artikel kami kali ini seputar cara memperbaiki software HP yang rusak. Semoga artikel kami kali ini dapat membantu Anda untuk mengatasi software HP yang bermasalah dengan mandiri.