Pengertian Data, Fungsi dan Jenis Tipe Data Penjelasan Lengkap


Istilah tipe data mungkin masih asing di telinga kalian, bahkan mereka yang bergelut di dunia database mungkin masih kurang familiar dengan istilah yang satu ini. Hal ini sangatlah wajar karena penggunaan dari tipe data ini lebih banyak digunakan pada bidang pemrograman komputer atau para programmer. Jadi kalian tidak perlu minder jika tidak tahu mengenai istilah tiba data.

Sebelum kita membahas tentang tipe data,  perlu kalian ketahui bahwa sebuah data yang dikumpulkan pasti mempunyai struktur yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, misalnya adalah penggunaan huruf dan angka. Di kesempatan kali ini Mastekno akan memberikan informasi kepada kalian mengenai pengertian tipe data beserta fungsi dan jenisnya lengkap.

 

Pengertian Beserta Fungsi dan Jenis Tipe Data Penjelasan Terlengkap

Informasi tentang tipe data ini sangatlah penting terutama bagi orang yang berkecimpung di dunia programmer, namun kalian yang bukan programmer juga harus mengetahuinya untuk menambah wawasan kalian. Selain itu dengan mengetahui tipe data, kalian jadi bisa menganalisa informasi atau data yang kalian dapatkan. Bagi kalian yang menekuni dunia programmer pastinya setiap hari menjumpai tipe data. Okeh langsung saja silahkan kalian simak penjelasan berikut ini.

#1. Pengertian Tipe Data

 

Maksud dari tipe data adalah himpunan yang bisa kalian temui pada semua data. Dengan memahami suatu tipe data, kalian jadi bisa menentukan suatu nilai data yang dimiliki dari data tersebut. Salah satu dari bentuk penerapan tipe data yang ada dalam kehidupan sehari-hari adalah bilangan bulat. Maka sebenarnya penulisan suatu bilangan pada data bermacam-macam jenisnya, seperti ½ atau 3,5. Bilangan yang Mastekno sebutkan tadi termasuk bilangan yang tidak bulat, contoh dari bilangan bulat adalah 3, 1, 2, 5 dan masih banyak lagi.

Lebih konkret nya lagi sebuah tipe data akan sangat sering ditemui dalam dunia pemrograman komputer. Dalam tahap awal pembuatan sebuah program, kalian terlebih dahulu harus menentukan tiba data yang digunakan. Kebanyakan tipe data yang digunakan oleh para programmer adalah real, integer, double, char, string dan masih banyak tipe data yang lain.

Setelah seorang programmer menentukan tipe data yang akan digunakan tersebut mereka akan langsung mendeklarasikan di awal tahap pembuatan program tersebut. Hal ini digunakan untuk memberi kategori atau batasan khusus pada data yang digunakan dalam sebuah program tersebut. Penentuan dari memori juga dapat dipilih ketika tipe data tersebut sudah ditentukan.

 

#2. Fungsi Tipe Data

Suatu tipe data jika dipahami dengan baik tentunya akan bisa difungsikan dengan baik juga. Oleh karena itu untuk para programmer ataupun untuk masyarakat tentunya akan terbantu dengan memiliki pemahaman yang baik mengenai tipe data. Dengan penggunaan tipe data yang baik seorang programmer akan bisa memberi control dan batasan tersendiri pada program yang mereka buat. Dalam hal ini pada programmer bisa menentukan memori yang akan mereka gunakan.

Untuk masyarakat luas, memahami suatu tipe data juga akan memberikan fungsi yang tersendiri. Contohnya adalah tipe bilangan bulat dan bilangan tidak bulat seperti desimal dan pecahan. Untuk menentukan suatu volume air mungkin kalian akan menjumpai data dengan nilai bilangan tidak bulat contohnya 1,5 liter. Sedangkan pada perhitungan barang seperti motor dan sebagainya tentunya akan ditulis dengan bilangan bulat. Jadi tidak mungkin sebuah motor dapat berjumlah 4,5 atau bilangan desimal dan bilangan pecahan lainnya.

 

#3. Jenis-Jenis Tipe Data

pengertian tipe data beserta-fungsi dan jenis jenis tipe data lengkap 2

Pada umumnya, suatu tipe data bisa dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu tipe data primitive dan tipe data non primitive. Tipe data primtive adalah tipe data yang secara default telah mendukung bahasa pemrograman atau bisa disebut juga dengan tipe data yang paling dasar dan paling sering digunakan oleh programmer. Contoh dari tipe data ini adalah data float, integer, char, boolean dan sebagainya.

Sedangkan untuk tipe data non primitive, merupakan tipe data yang secara default tidak terdefinisi oleh bahasa pemrograman dan didefinisikan oleh programmer itu sendiri. Contoh paling umum yang biasa digunakan dari tipe data non primtive ini adalah array dan string.

Seperti yang sudah Mastekno katakan sebelumnya bahwa tipe data terdiri dari berbagai macam jenis sesuai dengan data yang digunakan. Dari sekian banyak tipe data yang ada, tidak semua tipe data yang ada tersebut selalu dijumpai karena seorang programmer membuat program dengan menggunakan ketentuan-ketentuan umum. Oleh karena itu, ada beberapa tipe data yang paling sering digunakan yaitu integer, float dan sebagainya. Berikut ini penjelasan yang lebih lengkap mengenai jenis-jenis tipe data yang ada.

Tipe data yang pertama adalah integer, tipe data ini bisa didefinisikan sebagai bilangan bulat. Jadi sebuah program yang menggunakan tipe data integer ini tidak akan mendukung penggunaan huruf. Selain itu, bilangan yang digunakan pada tipe data ini juga harus bilangan bulat tidak boleh mengandung pecahan desimal. Contoh dari tipe data integer adalah 2, 4, -5, 102 dan lain-lain.

 

Float adalah tipe data yang sering disebut dengan tipe data bilangan real. Jika jenis tipe data integer tidak mengenal karakter desimal atau pecahan, maka pada tipe data float ini bisa dituliskan karakter desimal atau berkoma. Di dalam tipe data ini ada juga yang namanya tipe data double, tipe data ini juga mendukung bilangan koma atau desimal. Contoh dari tipe data float adalah 1,5 atau 3,42.

 

Tipe data berikutnya adalah char, yaitu tipe data yang biasanya terdiri dari suatu angka, tanda baca, huruf atau bahkan karakter khusus. Untuk menyimpan sebuah karakter dibutuhkan 1 byte atau 8 bit ruang di dalam memori. Di dalam bahasa pemrograman tipe data char ini tidak mempunyai batasan dan biasanya dibaca dengan menggunakan tanda baca kutip ganda (“) pada bagian depan dan belakang data. Dan jika ada penulisan karakter yang kosongkan diganti dengan tulisan “null”.

 

Sering merupakan tipe data yang terdiri dari kumpulan karakter yang memiliki panjang tertentu, tipe data string ini sering dianggap sebagai tipe data dasar. Ini karena sampai sekarang tiba data string adalah tipe data yang paling sering digunakan oleh para programmer. Penulisan dari tipe data sering ini mirip dengan tipe data char yaitu di awal dan di akhir menggunakan kutip ganda serta mengenal penulisan “null” untuk karakter yang kosong.

 

Tipe data yang terakhir adalah array, tipe data ini termasuk ke dalam tipe data composite dikarenakan dapat menyimpan. Data yang tersimpan di dalam tipe data array harus bertipe sama atau homogen. Penggunaan dari tipe data array ini berbeda dengan tipe data yang lain yaitu tidak langsung di deklarasi kan, namun tipe data ini seringkali memegang peranan yang penting terhadap penggunaan data supaya lebih terstruktur.

Seperti yang sudah Mastekno katakan sebelumnya bahwa banyak sekali tipe data yang bisa digunakan dalam dunia programming. Berikut ini adalah tabel dari tipe data serta ukuran dan rang nilai dari masing-masing tipe data tersebut.

 

Demikianlah sedikit informasi yang bisa Masteko sampaikan kepada kalian mengenai pengertian tipe data beserta fungsi dan jenis-jenisnya. Tipe data di atas tadi merupakan tipe data yang biasanya digunakan dalam pembuatan sebuah program. Pemilihan tipe data yang tepat akan menghemat kapasitas memori pada komputer kalian. Semoga sekarang kalian sudah paham mengenai pengertian dari tipe data dan jenis-jenis serta fungsinya, semoga bermanfaat.