Pengertian DNS dan Name Server dan Kegunaan serta Perbedaan (Lengkap)


Dalam dunia IT istilah NS dan DNS menjadi sesuatu yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Terutama bagi kalian yang senang dalam dunia teknologi pasti sering mendengar istilah ini. Namun biasanya seseorang hanya pernah mendengar saja dan banyak yang belum paham apa itu makna sebenarnya.

NS sendiri merupakan singkatan dari Name Server sedangkan DNS merupakan singkatan dari Domain Name System. Kedua hal tersebut sering disebutkan di dalam dunia teknologi. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang Name Server dan Domain Name System secara lengkap silahkan simak penjelasannya berikut ini ya.

 

Pengertian DNS (Domain Name System)

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya DNS merupakan singkatan dari Domain Name System yang merupakan layanan internet yang gunanya untuk menterjemahkan domain menjadi IP atau Internet Protocol. Sistemnya adalah dns mampu secara otomatis mengkonversi atau merubah nama domain yang kita ketikan di browser menjadi ip yang kemudian langsung ditujukan ke NS.

Untuk contoh misal kita mengetik www.mastekno.com pada browser maka dns akan otomatis mengganti menjadi 172.104.183.40 itu yang dinamakan IP. Dan setiap domain yang diketikan di browser otomatis akan diubah sesuai dengan alamat IP yang domain tuju.

Kesimpulan dari DNS adalah untuk mengubah IP ke alamat domain begitu pula sebaliknya. Jadi dengan adanya DNS memudahkan kita untuk bisa mengakses suatu web tanpa harus ribet menghafal IP nya. Sebagai contoh jika kita ingin mengakses facebook maupun instagram tidak perlu kita sampai mengahafal IP nya cukup dengan mengetikkan www.facebook.com ataupun www.instagram.com kita sudah bisa langsung mengakses web itu.

 

Pengertian NS (Name Server)

NS atau merupakan singkatan dari Name Server merupakan sebuah server atau database yang di dalamnya berisi ip address dan domain name. NS biasanya mempunyai lebih dari 1 server seperti contoh ns1 ns2 ns3 dan biasa disebut dengan Clustered DNSI Load Balancing DNS. Selain itu NS juga mampu mengakses website yang kita simpan di server tanpa harus mengisikan IP Dns dari pihak client dan dapat diakses dari luar karena NS biasanya memiliki Database Root Domain.

Ada istilah yang bernama Fail Over NS artinya adanya request NS yang berlebihan oleh client yang menyebabkan traffic DNS server overload atau penuh dan akibatnya komputer server bisa down. Karena adanya Load Balancing maka sistemnya menjadi apabila ns1 down atau mati maka selanjutnya tugas aka diambil alih oleh ns2 yang berfungsi sebagai backup sehingga system akan tetap berjalan lancar.

 

Perbedaan DNS & NS

Jadi dapat kita tari kesimpulan perbedaanya, yaitu Domain Name server bukanla Name Server dan begitu juga sebaliknya. DNS merupakan sistem pemetaan domain, sedankan Name Server yaitu server yang berisi DNS Record yang memiliki tugas untuk memetakan IP agar domain dapat terhubung.

 

Demikian artikel mengenai Pengertian dan Perbedaan Name Server & Domain Name System semoga artikel ini mampu menambah wawasan kita semua dan semoga artikel ini bermanfaat jika ada hal yang masih kurang atau ada yang belum jelas silahkan bertanya yaa.