Kenapa Laptop Hibernating? Ini Jawabannya


Laptop yang dirilis sekarang ini sudah memiliki fitur untuk bisa menyimpan kondisi sistem operasi saat laptop hendak “diistirahatkan”, agar selanjutnya laptop bisa dinyalakan kembali dengan kondisi yang sudah disimpan. Nah, fitur ini sangat bermanfaat bagi Anda yang masih mengerjakan tugas, namun karena suatu hal Anda harus jeda dulu dari pekerjaan Anda tersebut.

Oh iya, nama fiturnya apa sih? Namanya ada dua mode, yaitu sleep mode atau hibernate mode. Beda nama, beda cara kerja, namun intinya sama. Kedua mode ini berguna untuk menghemat daya baterai laptop.

Sleep mode adalah fitur yang ada di komputer atau laptop dengan sistem operasi Windows, yang akan “mengistirahatkan” komputer atau laptop yang hidup tetapi tidak digunakan. Fitur ini selanjutnya akan otomatis mematikan proses-proses yang berjalan pada komputer atau laptop tersebut. Kondisi terakhir sistem sebelum dimatikan akan disimpan di dalam RAM. Nah, selama proses sleep ini, baterai laptop harus tetap terpasang.

Sementara itu, hibernate mode memiliki prinsip kerja yang mirip seperti sleep mode. Namun, hibernate mode ibaratnya seperti laptop mati mendadak, bukan “mengistirahatkan” laptop. Pada hibernate mode, sistem akan menunda proses-proses kerja software dan hardware. Lalu sistem akan mematikan semua kerja komponen di dalam laptop, tetapi Anda tidak akan kehilangan proses kerja tersebut saat Anda kembali menghidupkan komputer atau laptop tersebut.

Khusus pada laptop, biasanya hibernate mode akan dijalankan saat baterai laptop hampir kehabisan daya dan laptop sudah telanjur mati. Di saat Anda hendak menancapkan charger ke laptop dan And selanjutnya menghidupkan laptop kembali, Anda akan melihat opsi untuk “system resume” atau “start normally”. Jika dalah keadaan normal, hibernate tidak akan otomatis berjalan kecuali kita memang mengaturnya sendiri di sistem.

Nah, pernahkah Anda mengalami kondisi dimana ketika sedang menggunakan laptop, tiba-tiba laptop Anda melakukan hibernating? Jika pernah, apakah saat hendak dinyalakan kembali, malah susah nyala? Jika iya, itu artinya Anda harus membaca artikel ini sampai tuntas.

Yup, pada artikel kali ini, kami akan membahas kenapa laptop hibernating? Dan gimana cara mengatasinya jika laptop malah susah dinyalakan kembali? Berikut ini adalah ulasannya untuk Anda.

Penyebab laptop tiba-tiba melakukan hibernating bisa dari beberapa hal, namun penyebab utamanya ada tiga, yaitu:

1. Baterai laptop Anda sudah mau habis

Biasanya, saat daya baterai laptop sudah mencapai 10% saat tidak di-charge, Windows akan memunculkan peringatan. Jika Anda mengabaikan peringatan tersebut, daya baterai akan terus berkurang hingga saat mencapai sisa kapasitas 5%, Windows akan memunculkan peringatan lagi namun dengan status “kritis”.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1495635998525-2’); });

Jika peringatan tersebut masih diabaikan, daya baterai akan terus berkurang hingga OS Windows pada laptop Anda akan secara otomatis mematikan laptop secara “hibernate”, atau kondisi ketika laptop melakukan shutdown namun kondisi terakhir laptop akan disimpan di memori harddisk. Tujuannya agar saat laptop akan dipakai lagi, kondisinya masih sama seperti saat kondisi laptop sebelum hibernate. Itulah salah satu penyebab laptop mati tiba-tiba yang umumnya terjadi.

2. Overheating

Laptop yang menjalankan software yang sangat berat, apalagi jika berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bisa menyebabkan overheating atau kepanasan. Contohnya, Anda menggunakan laptop untuk bermain game berat dengan kualitas grafis tinggi selama sehari penuh tanpa istirahat. Apalagi spesifikasi hardware di laptop Anda tergolong standar saja.

Overheating pada laptop juga bisa diakibatkan oleh sistem pendinginan yang tak berjalan dengan baik. Penyebabnya bisa berbagai hal, mulai karena kipas prosesor yang penuh debu, heatsink yang kotor, atau karena pasta pendingin di prosesor yang sudah kering.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1495635998525-1’); });

Jika laptop mengalami overheating, maka prosesor akan segera bertindak untuk mematikan sistem laptop secara otomatis, untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada komponen-komponen di dalam laptop. Jika laptop masih panas namun Anda memaksa untuk menghidupkannya lagi, maka tak perlu waktu lama laptop akan mati kembali.

Cara mengatasi laptop cepat panas dan mati sendiri bisa Anda baca pada ulasan yang pernah kami bahas di situs ini.

3. CPU atau RAM Usage mencapai 100%

Yup, kasus ini bisa terjadi jika laptop Anda tiba-tiba mengalami proses dimana RAM atau CPU usage (penggunaannya) bisa mencapai 100%, namun laptop Anda tidak ada tanda-tanda mengalami panas berlebih.

Biasanya, hal tersebut bisa terjadi karena prosesor mendeteksi pemakaian resource yang tidak wajar. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, prosesor memerintahkan sistem untuk mematikan laptop menggunakan mode hibernate. Sehingga laptop tiba-tiba mati sendiri.

4. Driver Error dan Bug dari OS Windows

Yup, walaupun kemungkinannya jarang, namun penyebab laptop yang habis masuk hibernate mode tidak bisa dinyalakan kembali bisa jadi karena ada driver yang tidak terinstal dengan baik, utamanya driver display. Coba Anda masuk ke safe mode, lalu instal ulang driver display yang Anda gunakan.

Ada kemungkinan lainnya masalah ini diakibatkan dari bug atau masalah pada OS Windows yang Anda gunakan. Untuk memperbaiknya, coba Anda lakukan update pada sistem operasi Anda.

Cara Memperbaiki Laptop Hibernate dengan Mematikan Paksa

Cara mengatasi laptop mati sendiri karena masuk hibernate mode, namun setelahnya tidak bisa dihidupkan kembali, adalah sebagai tersebut:

  • Matikan laptop dengan menekan tombol power sampai laptop benar-benar mati. Ciri-cirinya, laptop akan berbunyi “klak” dari harddisk karena laptop dimatikan secara paksa.
  • Tahan tekanan tombol power kira-kira selama 15-20 detik. Emang harus agak lama, karena jika ditekan sebentar, laptop Anda tidak mati.
  • Cabut charger laptop yang terhubung ke sumber listrik, dan cabut juga baterai laptop
  • Setelah charger dan baterai dicabut, beberapa saat kemudian pasang kembali. Lalu, hidupkan lagi laptop Anda.
  • Selesai, kini laptop Anda sudah kembali normal.

Setelah laptop bisa kembali dinyalakan normal, Anda harus mengubah pengaturan untuk menonaktifkan hibernate mode dari Windows, agar masalah tersebut tidak terulang kembali. Meskipun dengan mematikan sleep mode atau hibernate mode, jadinya Anda tidak hemat energi. Karena nantinya, saat laptop ditinggal dan tidak dipakai, laptop akan tetap menyala seperti biasa.

Cara Menonaktifkan Hibernate Mode pada Laptop

Cara menonaktifkan hibernate mode pada laptop ber-OS Windows sebenarnya hampir sama untuk semua versi (kecuali Windows XP), mungkin hanya akan sedikit berbeda tergantung dari masing-masing versi. Contohnya, jika Anda memakai Windows 8, mungkin caranya agak berbeda dengan Windows 7, terutama dari sisi tampilan.

Cara mengatur agar hibernate mode di laptop bisa nonaktfi adalah sebagai berikut:

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1495635998525-3’); });

  • Klik ikon baterai di sisi kanan bawah desktop, atau terdapat di taskbar Windows Anda.
  • Klik “More Power Options” > “Balanced” > “Change plan settings”.
  • Setelah itu, pilih “Change advanced power and settings”.
  • Selanjutnya akan muncul jendela berisi pengaturan lanjutan dari power settings. Pada opsi “Sleep”, pastikan Anda memilih “Never”.
  • Klik OK untuk menyimpan pengaturan

Jadi, laptop bisa tiba-tiba hibernate karena memang sistem Windows telah memprogram laptop secara default untuk mematikan semua komponen pada laptop namun tetap menyimpan progres sistem terakhir sampai syarat laptop menyala telah terpenuhi, baik itu daya baterai yang mencukupi dan juga suhu laptop yang mulai mendingin.

Sekian artikel kami kali ini untuk menjawab pertanyaan kenapa laptop hibernating? Semoga jawaban kami bisa memuaskan rasa penasaran Anda.